ANALISIS KEBUTUHAN MENGENAI MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK PADA MATERI SUHU DAN PERUBAHANNYA

Tiara Ady Fadilla, Indra Fardhani

Abstract


Kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong dalam kategori rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil evaluasi oleh lembaga internasional OECD melalui PISA pada tahun 2015 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan 62 dari 70 negara. Hasil survey PISA 2018 juga menunjukkan bahwa rata-rata literasi sains untuk Indonesia masih berada di bawah kategori rendah yaitu menduduki peringkat 73 dari 79 negara dengan skor 396 pada bidang literasi sains. Rendahnya keterampilan literasi sains peserta didik disebabkan oleh beberapa faktor ketika pelaksanaan kegiatan pembelajaran dalam suatu lembaga pendidikan, diantaranya yaitu kurikulum dan sistem pendidikan, pemilihan model atau pendekatan pembelajaran, bahan ajar, serta pemilihan alat peraga atau media pembelajaran yang kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran literasi sains. Konsep suhu dan perubahannya menuntut siswa dapat menganalisis fenomena-fenomena dalam kehidupan sehingga siswa dapat mengajukan ide atau gagasan sebagai solusi masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Permasalahan yang disajikan dalam bab suhu dan perubahannya dapat merangsang siswa untuk mengidentifikasi berbagai macam pertanyaan yang dapat diajukan sebagai rumusan masalah, sehingga siswa dapat mengenali pertanyaan-pertanyaan yang mungkin untuk diteruskan sebagai penyelidikan secara ilmiah. Model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan literasi sains peserta didik pada materi suhu dan perubahannya.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.