Pengaruh Penggunaan Air Laut Dalam Perawatan Beton Berkomposisi Pasir Pantai Terhadap Kuat Tekan
Abstract
Terdapat pulau-pulau kecil di Indonesia khususnya di wilayah terluar Provinsi Maluku, terisolir dan sulit memperoleh air tawar. Kelangkaan air tawar atau air bersih merupakan kendala dalam perawatan beton. Mengatasi kesulitan air tawar dalam kaitan bahan beton maka perlu dipertimbangkan penggunaan air laut untuk perawatan beton, meskipun saran penggunaannya masih diperuntukkan bagi beton non-struktural, seperti beton masif, pelat beton (tanpa tulangan) untuk perkerasan jalan beton, plesteran dinding bangunan dan lantai kerja. Tujuan penelitian menentukan komposisi campuran beton menggunakan pasir pantai wailela dan semen Portland komposit untuk selanjutnya membandingkan sifat kuat tekan beton dengan 3 jenis perawatan yang dibedakan masing-masing Air laut, Air tawar dan tanpa perawatan pada umur beton masing-masing mencapai 3, 7, 14 dan 28 hari. Metode penelitian menggunakan benda uji beton berbentuk silinder yang berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sejumlah 24 sampel. Agregat kasar dari jenis batu pecah yang dipilih dari salah satu sumber, bahan pengikat semen portland komposit dicampur dalam 12 kategori profil yang dibedakan menurut jenis perawatan dan waktu pengujian. Dua sampel jenis silinder untuk setiap kategori. Analisis kemudian dilakukan berdasarkan kenaikan kuat tekan menurut umur benda uji. Dua sampel jenis silinder untuk setiap kategori. Hasil penelitian disimpulkan Pasir pantai Wailela Ambon termasuk agregat halus zona 4 menurut penggolongan SNI 03-2834-2000, komposisi campuran beton fc 21,7 MPa berdasarkan rancangan SNI 03-2834-2000 dalam 1 m3 beton terdiri dari Semen PCC 358,5 kg, Air 190 liter, Pasir pantai Wailela 391,8 kg, dan Batu pecah 1349,7 kg. Beton menggunakan agregat halus pasir dari pantai dan bahan pengikat semen PCC, kuat tekan pada umur 28 hari dengan perawatan menggunakan air laut, air tawar, dan tanpa perawatan masing-masing senilai 22,78 MPa 22,21 MPa dan 20,93 MPa. Nilai kuat tekan dengan perawatan air laut lebih tinggi 2,6 % dibandingkan perawatan dengan air tawar, dan kehilangan 5,8 % apabila beton tidak dirawat.
Kata kunci: air laut, kuat tekan beton, pasir pantai.
Full Text:
PDFReferences
Dumayanti A., dan Fransiskus Manalu, D., 2015 Analisis penggunaan pasir pantai sampur se bagai Agregat halus terhadap kuat tekan beton, Jurnal fropil. https://doi.org/10.33019/fropil.v3i1.1203
Hamkah, 2018. Model Prediksi Kuat Tekan Beton Berbahan Semen Portland Komposit, Pasir Laut, Dan Air Laut Menggunakan Metode Kematangan, Disertasi Program Doktor Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin. Makassar. httpas://www.researchgate
Hamkah, M.W Tjaronge, R. Djamaludin, and Nasarudin. 2018 Predicition Model of Compressive Strength of Concrete Composed of Portland Composite
Cement, Marine Sand, and Sea Water Using Maturity Method,
International Journal of Applied Engineering Research, Vol.13, Issue.3, 2018, pp.1748-1754. https//www.researchgate.net/
Imran dan yunus, M.2017. Analisis Kuat Tekan Beton Yang Menggunakan Pasir Laut Sebagai Agregat Halus Pada Beberapa Quarry Di Kabupaten Fak-fak, Jurnal Intek, Fak-Fak. https//www.researchgate.
OtsukiN., Furuya, D., Saito, T., Tadokoro, Y. 2011, Possibility of Sea Water as Mixing Water in Concrete, 36th Conference on Our World In Concrete & Structures: 14-16 August 2011, Singapore, Article Online Id: 100036021.
https://cipremier.com/100036021
SNI 03-2834-2000, Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Badan Standardisasi Nasional. https://binamarga.pu.go.id/
Syamsuddin, R., 2011, Pengaruh Air Laut Pada Perawatan (curing) beton terhadap kuat tekan dan absorpsi beton dengan variasi faktor air semen dan durasi https://rekayasasipil.ub.ac.id perawatan. Jurnal Rekayasa Sipil. Teknik Sipil. Universitas Brawijaya, Malang.
Refbacks
- There are currently no refbacks.