Pemurnian Ekstrak Kasar Protease Bacillus Megaterium Tr-10 Dengan Metode Pengendapan Aseton
Abstract
Protease merupakan enzim yang paling banyak dibutuhkan di dunia industri karena kemampuannya sebagai katalis, memiliki daya katalitik dan spesifitas tinggi, dapat bekerja pada kondisi suhu dan pH yang tidak ekstrim serta aktivitas katalitiknya yang mudah dikendalikan dan ramah lingkungan. Protease dapat diproduksi dari hasil isolasi tumbuhan, hewan dan mikroba. Namun, bakteri merupakan sumber protease yang potential karena mudah diproduksi dalam skala besar, biaya produksi yang cukup terjangkau, serta dapat dibudidayakan dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat dengan cara yang telah ditetapkan. Salah satu bakteri yang berpotensi menghasilkan protease adalah Bacilus megaterium TR-10. Penelitian ini bertujuan untuk memurnikan ekstrak kasar protease dari B. Megaterium TR-10 dengan metode pengendapan aseton. Protease dihasilkan dengan meremajakan bakteri pada media susu skim agar (SSA), produksi bakteri pada media produksi, uji aktivitas dan kadar protein, pemurnian ekstrak kasar protease dengan aseton pada berbagai fraksi diantaranya FA-I (33%), FA-II (41%), FA-III (50%), FA-IV (60%), FA-V (67), kemudian uji homogenitas protein dengan metode SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi kadar aseton maka kadar protein akan semakin tinggi, tetapi tidak demikian dengan aktivitas spesifik enzim. Masing-masing fraksi pada kejenuhan 33%, 41%, 50%, 60%, 67% menghasilkan aktivitas spesifik 22,6 U/mg, 25,4 U/mg, 40,2 U/mg U/mg, 47,8 U/mg, 20,0 U/mg. Hal ini dikuatkan dengan hasil uji homogenitas SDS-PAGE yang semakin menurun. Maka dapat disimpulkan bahwa pemekatan ekstrak kasar protease B. megaterium TR-10 dengan metode pengendapan aseton memiliki kadar optimum pada kejenuhan aseton 60% dengan peningkatan kemurnian sebesar 1.6 kali lipat dan yield protein 0.066%.
Kata Kunci: Protease, Bacillus megaterium TR-10, Pemurnian, Aseton.
Full Text:
PDFReferences
Banik, S., Biswas, S., dan Karmakar, S. (2018). Extraction, Purification, and Activity of Protease from The Leaves of Moringa Oleifera. F1000 Reasearch. 7(1151), 3-13.
Sari, E., Logoglu, E., dan Oktemer, A. (2014). Purification and Characterization of Organic Solvent Stable Serine Alkaline Protease from Newly Isolated Bacillus Circulans M34. Research Article Willey Online Library.
Kompas. (2015). Pembuatan Enzim Protease meningkat Ke Segala Industri. https://rumahpengetahuan.web.id/. Diakses tanggal 13 April 2022.
Agustina, W dan Zusfahair. (2006). Pemurnian dan Karakterisasi Protease Instraseluler Dari Bakteri Pseudomonas Cocovenenans B 154. Jurnal Sains Teknologi. 12(0):78-82.
Shindy. (2017). Seleksi Bakteri Proteolitik Isolat TR-n dan Uji Kemampuan Protease Isolat Terpilih untuk Isolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.
Guleria, S., Walia, A., Chauhan, A., dan Shirkot, K.C. (2016). Purification and Characterization of Detergent Stable Alkaline Protease from Bacillus Amyloliquefaciens SP1 Isolated from Apple Rhizosphere. Journal of Basic Microbiology. 1(56):138-152.
Fitri. (2017). Isolat TR-10: Uji Patogenesis dan Optimasi Suhu serta Waktu Inkubasi Protease dalam Mengisolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.
Chusniyah, N. 2013. Isolasi Bakteri Penghasil Protease dari Terasi Sidoarjo untuk Isolasi Kolagen dari Sisik Ikan Bandeng. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang.
Refbacks
- There are currently no refbacks.