Analisis Pengaruh Konsentrasi Pemberian Fungisida Benomil Terhadap Sterilisasi Kultur Jaringan Ruas Batang Tanaman Jeruk Tawangmangu
Abstract
Varietas jeruk keprok Tawangmangu perlu dipertahankan kemurniannya sekaligus dikembangkan untuk menjaga sumber jeruk genetik dan mencukupi pemenuhan kebutuhan jeruk nasional. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mendapatkan benih bermutu yaitu dengan melakukan pemurnian dengan kultur jaringan. Penyediaan eksplan yang bebas dari kontaminasi pada tahap awal kegiatan kultur memiliki peranan penting untuk keberhasilan kegiatan. Metode sterilisasi yang digunakan dengan cara yang tepat, konsentrasi bahan sterilan, dan waktu sterilisasi yang digunakan akan menentukan keberhasilan proses sterilisasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi fungisida Benomil dan waktu perendaman pada saat sterilisasi, untuk mengurangi kontaminasi eksplan pada saat sterilisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimenal labolatorium dengan melakukan beberapa perlakukan terhadap eksplan. Perbandingan konsentrasi ada 4 perlakuan yang ditulis dengan A, B, C, dan D. Perlakuan A sebanyak 0,3 gr untuk 150 ml aquades steril (0,20%), perlakuan B sebanyak 0,4 gr untuk 150 ml aquades steril (0,26%), perlakuan C sebanyak 0,5 gr untuk 150 ml aquades steril (0,30%), dan perlakuan D sebanyak 0,6 gr untuk 150 ml aquades steril (0,40%). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa perlakukan D memiliki tingkat munculnya kontaminasi eksplan yang rendah. Konsentrasi Benomil sebanyak 0,40 % (g/l) sangat efektif untuk menekan jumlah kontaminasi yang muncul pada eksplan, sehingga cocok pada tahap sterilisasi.
Full Text:
PDFReferences
F. Pembibitan, “Seleksi Tanaman F1 Jeruk (Citrus sp.) Pada Fase Pembibitan,” 2009. http://elibrary.ub.ac.id/handle/123 456789/27171 (accessed Apr. 20, 2022).
A. Miryam and I. Suliansyah, “Multiplikasi Jeruk Kacang (Citrus nobilis L.) pada Beberapa Konsentrasi NAA Dan BAP pada Media WPM Secara In Vitro,” Jerami, vol. 1, no. 2, pp. 1–8, 2008.
E. Wahyuningsih, “CVPD pada jeruk (Citrus SPP) dan upaya pengendaliannya,” Vis vitalis, vol. 2, no. 2, pp. 65–73, 2009, [Online]. Available: http://biologi.unas.ac.id:8080/publikasi/CVPD pada jeruk.pdf.
K. Dewi, “Regenerasi Tanaman Dari Beberapa Sumber Eksplan Pada Mutan Kacang Tanah,” no. 1, pp. 171–174, 1998.
E. Prihastanti, E. D. Hastuti, S. Widodo, and A. Suedy, “Pertumbuhan dan Perkembangan Eksplan Jeruk Keprok Tawangmangu ( Citrus reticulate Var Tawangmangu ) Secara In Vitro,” pp. 536–539, 2016.
A. Shofiyani and O. D. Hajoeningtijas, “Pengaruh Sterilan Dan Waktu Perendaman Pada Eksplan Daun Kencur ( Kaemferia galanga L) Untuk Meningkatkan Keberhasilan Kultur Kalus,” Agritech, vol. 12, no. 1, pp. 11–29, 2010.
A. Shofiyani and N. Damajanti, “Pengembangan Metode Sterilisasi Pada Berbagai Eksplan Guna Meningkatkan Keberhasilan Kultur Kalus Kencur (Kaemferia galangal L),” Agritech, vol. XVII, no. 1, pp. 55–64, 2015.
L. Rahmawati and M. Lukmana, “Pengaruh Lama Perendaman Sterilisasi Eksplan Daun Karet (Hevea brasiliensis) Secara In Vitro,” Ziraa’Ah Maj. Ilm. Pertan., vol. 44, no. 3, p. 301, 2019, doi: 10.31602/zmip.v44i3.1783.
M. S, “Media tumbuh kultur jaringan tanaman. Makalah pada Pelatihan Kultur Jaringan Tanaman PS Agronomi Unsoed,” Purwokerto, 2002.
S. Sudiyanti, T. B. Rusbana, and S. Susiyanti, “Inisiasi Tunas Kokoleceran (Vatica bantamensis) pada Berbagai Jenis Media Tanam dan Konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) Secara In Vitro,” J. Agro, vol. 4, no. 1, pp. 1–14, 2017, doi: 10.15575/1069.
S. Tuhuteru, M. L. Hehanussa, and S. H. . Raharjo, “Pertumbuhan Dan Perkembangan Anggrek Dendrobium anosmum Pada Media Kultur In Vitro Dengan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa,” Agrologia, vol. 1, no. 1, 2018, doi: 10.30598/a.v1i1.293.
L. Admojo and A. Indrianto, “Pencegahan Browning Fase Inisasi Kalus Pada Kultur Midrib Daun Klon Karet (Hevea Brasiliensis Muell Arg) Pb 330,” J. Penelit. Karet, vol. 3, pp. 25–34, 2016, doi: 10.22302/ppk.jpk.v34i1.220.
D. Yanti and M. N. Isda, “Shoots Induction of nodes (Citrus microcarpa Bunge.) with addition 6- Benzyl Amino Purine (BAP) by In Vitro: Induksi Tunas Dari Eksplan Nodus Jeruk Kasturi (Citrus Microcarpa Bunge.) Dengan Penambahan 6- Benzyl Amino Purine (BAP) Secara In Vitro,” Biospecies, vol. 14, no. 1, pp. 53–58, 2021, [Online]. Available: https://online-journal.unja.ac.id/biospecies/article/view/11192.
B. Mega, “3 Permasalahan Utama pada Kultur Jaringan Tanaman dan Solusinya,”
Kompas.com, 2022.
https://www.kompas.com/skola/read/2022/04/07/160000369/3-permasalahan- utama-pada- kultur-jaringan-tanaman-dan-solusinya?page=all.
R. Hutama Sulistiyo et al., “Pengaruh Teknik Sterilisasi dan Komposisi Medium terhadap Pertumbuhan Tunas Eksplan Sirsak Ratu,” BIOEDUKASI J. Pendidik. Biol., vol. 11, no. 1, pp. 1–5, 2018, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.20961/bioedukasi- uns.v11i1.19726.
D. Andriani, S. Wiyono, and W. Widodo, “Sensitivitas Colletotrichum spp. pada Cabai terhadap Benomil, Klorotalonil, Mankozeb, dan Propineb,” J. Fitopatol. Indones., vol. 13, no. 4, pp. 119–126, 2017, doi: 10.14692/jfi.13.4.119.
C. Sumardiyono, “Ketahanan Jamur terhadap Fungisida di Indonesia,” J. Perlindungan Tanam. Indones., vol. 14, no. 1, pp. 1–5, 2008.
Refbacks
- There are currently no refbacks.