ANALISIS FENETIK AKSESI TANAMAN APEL (Malus sylvestris L.) BERDASARKAN KARAKTER DAUN

Fitriyah Siyami, Baiq Dina Mariana

Abstract


Eksplorasi keragaman morfologi apel merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk melihat potensi aksesi apel dalam proses adaptasi dengan lingkungannya. Analisis morfologi menggunakan metode fenetik pada karakter daun dilakukan untuk melihat potensi secara morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi keragaman apel terutama pada karakter daun dan kaitannya dengan kemampuannya untuk beradaptasi di daerah tropis. Lokasi pengambilan sampel daun dilaksanakan di di IPPTP Tlekung BALITJESTRO. Penelitian ini bersifat deskriptif berdasarkan 13 karakter morfologi daun dengan referensi DUS Testing untuk apel dari UPOV. Karakter yang diamati dijadikan dalam bentuk skor dan di analisis secara deskriptif menggunakan metode UPGMA NTSYSpc Versi 2.10 sehingga terbentuk fenogram. Hasil analisis karakteristik daun dari 19 aksesi tanaman apel di Balitjestro meliputi: daun muda yang berwarna hijau muda, daun dewasa berwarna hijau gelap, panjang daun (pendek, medium, panjang), lebar daun (pendek, medium, lebar), bentuk daun (Oval, Elliptic, dan Oblong), bentuk pucuk daun (Acute dan Acuminatus), bentuk dasar daun (Obtuse, Cuneate, dan Oblique), ada tidaknya bulu abaksisal dan adaksial, ibu tulang daun (midrib) menojol, cabang tulang daun (vein) sedikit menonjol, lengkung daun (curvature) melengkung ke atas dari ibu tulang daun, dan bentuk tepi daun bergerigi (Crenate, Bicrenate, Serrate type 1, Serrate type 2, Biserrate). Hasil analisis fenogram terbentuk menjadi 4 klaster dengan nilai similaritas yang paling besar yaitu Canada Reinette dengan Anna (nilai kesamaan 0,95) sedangkan, nilai similaritas yang paling kecil yaitu kekerabatan varietas Megumi (nilai kesamaan 0,39).

Full Text:

PDF

References


Darzi, M. I. 2016. Horticulture sector towards economic development of Jammu & Kashmir. Multidisciplinary Research and Development, 3(4), 238–240.

Badan Pusat Statistik Jawa Timur. 2021. Produksi Tanaman Buah-buahan 2021. Jawa Timur: Badan Pusat Statistik Jawa Timur

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2015. Produksi Buah Apel 2015. Kota Batu: Badan Pusat Statistik Kota Batu

Anggara, T., Shinta, D., Suryanto, A., & Ainurrasjid, A. 2017. Kendala Produksi Apel (Malus Sylvestris Mill) Var. Manalagi Di Desa Poncokusumo Kabupaten Malang. Jurnal Produksi Tanaman, 5(2), 2527-8452

Suhariyono. 2014. Kondisi Tanaman Apel di Kota Wisata Batu. Balai Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia 2000. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman.

Shaumi, U., Chandria, W., Waluyo, B. & Karuniawan, A. 2011. Diversitas genetik ubi jalar unggulan hasil pemuliaaan tanaman UNPAD berdasarkan analisis kluster karakter morfologi. Prosiding Seminar Nasional Pemanfaatan Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal Fakultas Pertanian dan Peripi Komda Jawa Barat. Bandung, 10 Desember 2011.

Simmond, N.W. (1979) Evolution of crop plants. London and New York: Longman

Susanto, E., Ninuk, H., & Nur, E. S. (2014). Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada beberapa Macam dan Waktu Aplikasi Bahan Organik. Produksi Tanama, 412-418

Sitompul, S. M dan B. Guritno. 1995. Ananlisis pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Prees.

Lincoln Taiz., Eduardo Zeiger (2010). Plant Physiology 5th edition: Physiological and Ecological Considerations, Chapter 9. Sianuer Associates Inc, Publisher Sunderland, Massachusetts, USA

Hussain, et al., 2021. Fruits Grown in Highland Regions of The Himalayas. Switzerland: Springer Nature

Cempaka, A. R., Santoso, S., & Tanuwijaya, L. K. (2014). Pengaruh metode pengolahan (juicing dan blending) terhadap kandungan quercetin berbagai varietas apel lokal dan impor (Malus domestica). Indonesian Journal of Human Nutrition, 1(1), 14-22

Karimah, A., Purwanti, S., & Rogomulyo, R. (2013). Kajian perendaman rimpang temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dalam urin sapi dan air kelapa untuk mempercepat pertunasan. Vegetalika, 2(2), 1- 6


Refbacks

  • There are currently no refbacks.