Pengaruh Waktu Maserasi Daun Sirih Merah menggunakan Etanol 90% terhadap Karakteristik Kimiawi dan Aktivitas Antioksidannya
Abstract
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal pengaruh negatif radikal bebas. Antioksidan alamiah menjadi antioksidan yang banyak diminati masyarakat dibandingkan antioksidan sintetik. Salah satu tanaman obat yang berpotensi sebagai antioksidan yaitu daun sirih merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu maserasi terhadap rendemen, metabolit sekunder, kadar flavonoid total, kadar fenol total dan aktivitas antioksidan dalam ekstrak yang dihasilkan dari daun sirih merah yang dimaserasi dengan etanol 90 %. Tahapan dalam penelitian ini yaitu: 1) preparasi serbuk simplisia daun sirih merah, 2) ekstraksi daun sirih merah menggunakan teknik maserasi, 3) uji fitokimia ekstrak daun sirih merah, 4) penentuan kadar flavonoid total, 5) penentuan kadar fenol total,
6) uji aktivitas antioksidan ekstrak daun sirih merah. Serbuk simplisian daun sirih merah dimaserasi dengan etanol 90 % selama variasi waktu 1, 2 dan 3 hari. Hasil maserasi disaring kemudian filtrat dievaporasi sehingga diperoleh ekstrak daun sirih merah. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif. Penentuan kadar flavonoid total menggunakan metode AlCl3. Penentuan kadar fenol total menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2- difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin, dan terpenoid. Semakin lama waktu maserasi semakin tinggi hasil rendemen, kadar flavonoid total, kadar fenol total dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Selama waktu maserasi 3 hari dihasilkan 25,379 %, 9,902 mg QE/g, 78,354 mg GAE/g, 34,53 ppm. Hasil penelitian ini belum menemukan kondisi optimum sehingga perlu dilakukan pada waktu maserasi lebih dari 3 hari untuk mendapatkan ekstrak daun sirih merah yang memiliki kemampuan antioksidan lebih kuat.
Kata kunci: pengaruh waktu maserasi, daun sirih merah, etanol 90%, antioksidan.
Full Text:
PDFReferences
Arnanda, Q. P., & Nuwarda, R. F. (2019). Penggunaan Radiofarmaka Teknesium-99M dari Senyawa Glutation dan Senyawa Flavonoid sebagai Deteksi Dini Radikal Bebas Pemicu Kanker. Farmaka Suplemen, 17(2), 236–243.
Suryadinata, R. V. (2018). Pengaruh Radikal Bebas Terhadap Proses Inflamasi pada Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Amerta Nutrition, 2(4), 317. https://doi.org/10.20473/amnt.v2i4.2018.317-324
Firdayani, F., & Winarni Agustini, T. (2015). Ekstraksi Senyawa Bioaktif sebagai Antioksidan Alami Spirulina Platensis Segar dengan Pelarut yang Berbeda. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 18(1), 28–37. https://doi.org/10.17844/jphpi.2015.18.1.28
Baud, G. S., Sangi, M. S., & Koleangan, H. S. J. (2014). Analisis Senyawa Metabolit Sekunder dan Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L.) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Jurnal Ilmiah Sains, 14(2), 106. https://doi.org/10.35799/jis.14.2.2014.6065
Tonahi, J. M. M., Nuryanti, S., & Suherman, S. (2014). Antioksidan dari Daun Sirih Merah (Piper crocatum). Jurnal Akademika Kimia, 3(3), 158–164.
Syarif, R. A., Muhajir, Ahmad, A. R., & Malik, A. (2015). Identifikasi Golongan Senyawa Antioksidan dengan Menggunakan Metode Peredaman Radikal DPPH Ekstrak Etanol Daun Cordia myxa L. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 2(1), 83–89.
Astuti, P., Wahyono, & Nababan, O. A. (2014). Antimicrobial and Cytotoxic Activities of Endophytic Fungi Isolated from Piper crocatum Ruiz & Pav. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 4(Suppl 2), S592–S596. https://doi.org/10.12980/APJTB.4.2014APJTB-2014-0073
Prayitno, S. A., Kusnadi, J. K., & Murtini, E. S. (2018). Karakteristik (Total Flavonoid, Total Fenol, Aktivitas Antioksidan) Ekstrak Serbuk Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Foodscitech, 1(2), 26. https://doi.org/10.25139/fst.v1i2.1355
Wahyuni, D. T., & Widjanarko, S. B. (2015). Pengaruh Jenis Pelarut dan Lama Ekstraksi terhadap Ekstrak Karotenoid Labu Kuning dengan Medote Gelombang Ultrasonik. Jurnal Pangan Dan AgroindustrI, 3(2), 390–401.
Handoyo, D. L. Y., & Pranoto, M. E. (2020). Pengaruh Variasi Suhu Pengeringan terhadap Pembuatan Simplisia Daun Mimba (Azadirachta Indica). Jurnal Farmasi Tinctura, 1(2), 45–54. https://doi.org/10.35316/tinctura.v1i2.988
Tambun, R., Limbong, H. P., Pinem, C., & Manurung, E. (2016). Pengaruh Ukuran Partikel, Waktu dan Suhu pada Ekstraksi Fenol dari Lengkuas Merah. Teknik Kimia Universitas Sumatera Utara, 5(4), 53–56.
Senduk, T. W., Montolalu, L. A. D. Y., & Dotulong, V. (2020). Rendemen Ekstrak Air Rebusan Daun Tua Mangrove Sonneratia alba. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis, 11(1), 9. https://doi.org/10.35800/jpkt.11.1.2020.28659
Amelinda, E., Widarta, I. W. R., & Darmayanti, L. P. T. (2018). Pengaruh Waktu Maserasi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.). Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan (ITEPA), 7(4), 165–174.
Chairunnisa, S., Wartini, N. M., & Suhendra, L. (2019). Pengaruh Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Karakteristik Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L.) sebagai Sumber Saponin. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 7(4), 551. https://doi.org/10.24843/jrma.2019.v07.i04.p07
Beon, A. S., & Leki, K. G. B. (2017). Identifikasi Komponen Fitokimia dalam Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum). STIKeES Citra Husada Mandiri Kupang.
Yulis, P. A. R., Sari, Y., & Desti, D. (2020). Uji Efektivitas beberapa Pelarut pada Proses Identifikasi Metabolit Sekunder Kulit Pisang (Musa Paradisiaca) secara Kualitatif. Fullerene Journal of Chemistry, 5(2), 83. https://doi.org/10.37033/fjc.v5i2.196
Yulianingtyas, A., & Kusmartono, B. (2016). Optimasi Volume Pelarut dan Waktu Maserasi Pengambilan Flavonoid Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.). Jurnal Teknik Kimia, 10(2), 58–64.
Prasetya, A., Putra, G., & Wrasiati, L. P. (2020). Pengaruh Jenis Pelarut dan Waktu Maserasi terhadap Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L .) sebagai Sumber Antioksidan. Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 8(1), 150–159.
Fajar, R. I., Wrasiati, L. P., & Suhendra, L. (2018). Kandungan Senyawa Flavonoid dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Teh Hijau pada Perlakuan Suhu Awal dan Lama Penyeduhan. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 6(3), 196. https://doi.org/10.24843/jrma.2018.v06.i03.p02
Rumyati, Idiawati, N., & Destiarti, L. (2014). Uji Aktivitas Antioksidan, Total Fenol dan Toksisitas dari Ekstrak Daun dan Batang Lakum (Cayratia trifolia (L) Domin). Jurnal Kimia Khatulistiwa, 3(3), 30–35.
Dhurhania, C. E., & Novianto, A. (2018). Uji Kandungan Fenolik Total dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Bentuk Sediaan Sarang Semut (Myrmecodia pendens). Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 5(2), 62.
Refbacks
- There are currently no refbacks.