Respon Varietas Tebu Unggul PSKA 942 terhadap Salinitas dan pH Rendah

Anggun Sari Anjarwati, Wiwit Budi Widyasari, Evi Susanti

Abstract


Produksi gula nasional sering kali terhambat oleh masalah cekaman salinitas dan pH rendah yang berada pada lahan tanam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman tebu di berbagai konsentrasi cekaman. Untuk mengetahui respon tebu varietas PSKA 942 pada kondisi cekaman salinitas dan pH rendah dilakukan kultur in-vitro dengan perlakuan penambahan NaCl dengan konsentrasi 0, 0,9945 gr, 3,378 gr, 5,967 gr dan  dengan konsentrasi 0, 0,1 gr, 0,4 gr, 0,5 gr. Cekaman salin dan pH rendah dengan konsentrasi yang berbeda-beda menyebabkan respon kalus yang berbeda pula. Kondisi cekaman salin menyebabkan proses fotosintesis tanaman terganggu dan kondisi cekaman pH rendah menyebabkan penyerapan unsur hara kurang maksimal. Respon varietas tebu PSKA 942 yang toleran terhadap cekaman salin dan pH rendah menunjukan kemampuan untuk meminimalkan pengaruh cekaman. Parameter pengamatan dalam kegiatan ini adalah pertumbuhan kalus hingga menjadi tunas. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan Uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi NaCl dan  tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan kalus tebu PSKA 942.


Full Text:

PDF

References


Kemenperin.go.id (2022, 20 Januari).”Kemenperin Minta Industri Gula Jaga Kualitas, Kuantitas dan Konektivitas”. Diakses 20 Januari 2022 dari https://kemenperin.go.id/artikel/23094/Kemenperin-Minta-Industri-Gula-Jaga-Kualitas,-Kuantitas-dan-Konektivitas#:~:text=Rata%2Drata%20hasil%20produksi%20untuk,juta%20ton%2C%E2%80%9D%20ungkap%20Putu

Yuniati, Ratna. 2010. “Penapisan Galur Kedelai Glycine Max (L.) Merrill Toleran Terhadap NaCl Untuk Penanaman Di Lahan Salin.” Makara of Science Series 8(1): 21–24.

Hairuddin, Rahman, and Jufri Arianto. 2016. “Seleksi Kalus Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L).” Jurnal Perbal 4(2): 2–9.

Damayanti, Fitri, Ika Mariska, Suharsono Suharsono, and Aris Tjahjoleksono. 2017. “Respon Kalus Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Kondisi Tercekam Aluminium Secara In Vitro.” Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar 8: 590–92.

Wiraatmaja, I Wayan. 2017. “Bahan Ajar: Cara Tanaman Beradaptasi Terhadap Cekaman Fisiologis.” Jurnal Agroekoteknologi Universitas Udayana: 1–44.

Djoehana Setyawijaya; Azharni, Husaini. (1992). Tebu : Bercocok tanam dan pascapanen / Oleh Djoehana Setyamidjaja, Husaini Azharni. Jakarta :: Yasaguna,.

Damayanti, Fitri, Ika Mariska, Suharsono Suharsono, and Aris Tjahjoleksono. 2017. “Respon Kalus Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Kondisi Tercekam Aluminium Secara In Vitro.” Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar 8: 590–92.

Shofianita, Nurlaila, Tutik Nurhidayati, and Dan Parnidi. “Pengaruh NaCl Terhadap Konsentrasi Kematian ( Lethal Concentration ) Kalus Tebu ( Saccharum Officinarum ) Varietas BL Dan PS-862 Secara In Vitro.” : 1–8.

Murniati, A., Buchari., Gandasasmita, S., Nurachman, Z., and O Ikbal. 2014. “Aktivitas Polifenol Oksidase Yang Terkandung Dalam Terong (Solanum Melongena L.).” Jurnal Kartika Wijaya Kusuma 22(2): 56–60. http://publikasi.unjani.ac.id/page/penulis/27/anceu__murniati

Kristanti, I, N A Habibah, and L Herlina. 2013. “Optimasi Konsentrasi 2,4-D, Ba, Dan Lama Penyinaran Untuk Memacu Regenerasi Tunas Dari Kalus Kedelai.” Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education 5(1): 50–57.

Gandonou, Christophe B. et al. 2006. “Selection of Callus Cultures of Sugarcane (Saccharum Sp.) Tolerant to NaCl and Their Response to Salt Stress.” Plant Cell, Tissue and Organ Culture 87(1): 9–1


Refbacks

  • There are currently no refbacks.