ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) PADA PENGGUNA BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS JATIM KORIDOR SIDOARJO-GRESIK

Angelo Ericson Dethan, Boedi Rahardjo, Pranoto Pranoto

Abstract


Dalam upaya pengembangan angkutan umum di daerah aglomerasi perkotaan Jawa Timur, pada bulan Agustus tahun 2022 Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengoperasikan BRT Trans Jatim koridor Sidoarjo-Gresik dengan tarif sebesar Rp.2.500,00 untuk kategori pelajar/mahasiswa dan sebesar Rp.5.000,00 untuk kategori umum. Penetapan tarif angkutan sering menjadi permasalahan antara pihak penyedia jasa dan masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan. Tarif yang ditetapkan harus sesuai dengan kemampuan daya beli pengguna dan pelayanan yang diterima pengguna transportasi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan karakteristik pengguna BRT Trans Jatim, (2) Mendeskripsikan ATP pengguna BRT Trans Jatim, (3) Mendeskripsikan WTP pengguna BRT Trans Jatim, dan (4) Menganalisis kesesuaian tarif BRT Trans Jatim berdasarkan nilai ATP dan WTP. Rancangan penelitian ini diawali dengan dengan identifikasi masalah di lapangan dan studi pendahuluan, yang kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data. Data dalam penelitian ini diperoleh dari operator layanan dan pengisian kuesioner secara survey onboard oleh pengguna BRT Trans Jatim koridor Sidoarjo-Gresik. Analisis data dilakukan dengan software Microsoft Excel 2019.Hasil penelitian menunjukkan: (1) 51% pengguna jasa berjenis kelamin perempuan dengan 31,75% pada rentang usia 25-34 tahun, dan sebanyak 50,5% pengguna memiliki pendidikan terakhir SMA/SLTA. Berdasarkan jenis pekerjaan, sebanyak 28,75% pengguna bekerja sebagai pekerja swasta. Berdasarkan penghasilan, sebanyak 27,25% pengguna BRT memiliki penghasilan Rp. 4.501.000,00-Rp. 5.000.000,00. Berdasarkan jumlah keluarga, sebanyak 36,25% pengguna BRT memiliki jumlah anggota keluarga 4 orang. Berdasarkan kepemilikan kendaraan, sebanyak 80,25% pengguna BRT memiliki kendaraan motor. Berdasarkan tujuan perjalanan, sebanyak 35% pengguna BRT memiliki tujuan perjalanan ke tempat lainnya. Berdasarkan maksud perjalanan, sebanyak 32,5% pengguna BRT memiliki maksud perjalanan untuk bekerja. Berdasarkan frekuensi perjalanan , sebanyak 59% pengguna melakukan perjalanan lebih dari 4 kali dalam sebulan. Berdasarkan waktu perjalanan, sebanyak 49,5% pengguna BRT menempuh perjalanan lebih dari 1 jam. Berdasarkan waktu tunggu BRT, sebanyak 50,75% pengguna BRT menunggu selama 10 menit untuk naik BRT. (2) Nilai ATP kategori pelajar/mahasiswa yaitu Rp. 3,892,00 dan nilai ATP kategori umum yaitu Rp. 6.981,00. (3) Nilai WTP kategori pelajar/mahasiswa yaitu Rp. 2.957,00 dan nilai WTP kategori umum yaitu Rp. 5.114,00. (4) Nilai ATP dan WTP pengguna dari kedua kategori berada di atas nilai tarif yang berlaku, pada kategori pelajar/mahasiswa 96% pengguna mampu membayar lebih dan 100% pengguna ingin membayar lebih, sedangkan pada kategori umum 96% pengguna mampu membayar lebih dan 91% pengguna ingin membayar lebih.

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, R. D. (2009). Preferensi Pilihan Moda Dengan Kajian Intermodality Pada

Pergerakan Penumpang Angkutan Umum Jurusan Bandung-Jakarta (Studi Kasus:

Moda Kereta Api dan Travel). Institut Teknologi Bandung.

Arif Rahman. (2022). Analisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP)

Tarif Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Semarang-Gubug. Rang

Teknik Journal.

Dishubjatim. (2022). Laporan Pendahuluan Kajian Evaluasi Pelaksanaan Transjatim.

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

Elia Zohra. (2018). Analisis Abillity To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) untuk

Penetuan Tarif Pada Perencana Angkutan Umum BRT di Kota Pontianak.

Firdausi, M., Hafizah, N. El, Sekartadji, R., & Istiono, H. (2020). Analisis Kemampuan

dan Kemauan Membayar (ATP – WTP) Penumpang Bus Kota Rute Purabaya -

Bratang. Jurnal Teknologi dan Manajemen.

Nasution, M. N. (2008). Manajemen Transportasi. Ghalia Indonesia.

http://perpus.wiraraja.ac.id/opac/index.php?p=show_detail&id=2406

Rumtily, A. D. I. dan S. R. (2019). Kemampuan Dan Kesediaan Membayar Pengguna

Bus Trans Sidoarjo. Jurnal Transportasi.

Suryoputro, J., Sumarsono, A., & Djumari, D. (2015). Analisis Tarif Angkutan Umum

Berdasarkan Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP) Dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) (Studi Kasus Trans Jogja Rute 4a Dan 4b). Matriks

Teknik Sipil.

Tamin, O. Z., Rahman, H., Kusumawati, A., Munandar, A. S., & Setiadji, B. A. (1999).

Evaluasi Tarif Angkutan Umum dan Analisis Ability To Pay (ATP) dan

Willingness To Pay (WTP) di DKI Jakarta. Jurnal Teknik Sipil.

Tamba. (2015). Analisis Nilai Ability To Pay Dan Willingness To Pay Pengguna Jasa

Bus Rapid Transit Medan-Binjai-Deli Serdang.

Umar. (2003). Metode Riset Perilaku Konsumen Jasa. Ghalia. Indonesia, Jakarta.

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan. Diambil

Mei 2023, dari https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38654/uu-no-22-

tahun-2009


Refbacks

  • There are currently no refbacks.