Evaluasi Taman Kota Untuk Menyerap Emisi Karbon Dioksida (CO2) Di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur

Yusniai Dwi Anggraini, Agus Budianto

Abstract


Pertumbuhan penduduk dan aktivitas kendaraan bermotor yang pesat di Kota Surabaya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer. Salah satu solusi ekologis untuk mitigasi emisi CO₂ adalah melalui penyediaan serta pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), khususnya taman kota yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi emisi CO₂ dari kendaraan bermotor serta kemampuan vegetasi taman kota dalam menyerap CO₂ di Taman Flora Surabaya. Metode penelitian dilakukan melalui observasi langsung terhadap jumlah kendaraan yang melintas di sekitar taman serta inventarisasi vegetasi. Perhitungan emisi CO₂ dilakukan berdasarkan standar IPCC (2019), sedangkan daya serap CO₂ dihitung menggunakan rumus kemampuan serapan vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi CO₂ dari kendaraan bermotor di sekitar lokasi mencapai 997.225 kg/tahun, sementara total daya serap vegetasi taman sebesar 851.800 kg/tahun, atau sekitar 85% dari total emisi yang dihasilkan. Ketidakseimbangan ini menunjukkan bahwa taman kota belum mampu sepenuhnya mengimbangi emisi CO₂ dari aktivitas transportasi di sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas vegetasi, serta perluasan area taman dengan jenis tanaman berdaya serap karbon tinggi.
Kata kunci: Emisi CO₂, Daya Serap Pohon, Taman Kota.

Full Text:

PDF

References


Adinata, F. (2016). Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau dalam Penanggulangan

Pencemaran Udara di Perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 27(2), 137–

Ainy, Q. (2012). Dasar-Dasar Meteorologi dan Klimatologi untuk Perencanaan

Wilayah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Caesarina, A., & Rahmani, A. (2019). Perubahan Iklim dan Peran Ruang Terbuka

Hijau Kota dalam Menurunkan Suhu. Jurnal Teknik Lingkungan, 25(1), 33–42.

Dokumen IBSAP. (2016). Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati

Indonesia (IBSAP) 2015–2020. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan

Kehutanan Republik Indonesia.

Dwiyanto, A. (2009). Ruang Terbuka Hijau Kota: Fungsi, Manfaat dan Perencanaan.

Surabaya: Lembaga Penelitian ITS.

Firdaus, A., & Wijayanti, N. (2019). Karbon dan Peranannya dalam Siklus Kehidupan.

Bandung: Pustaka Bioenergi.

Geiger, R. (1959). The Climate Near the Ground. Cambridge: Harvard University

Press.

Hairiah, K., & Rahayu, S. (2007). Pengukuran Cadangan Karbon di Berbagai Macam

Penggunaan Lahan. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF) - SEA Regional

Office.

Hairiah, K., Rahayu, S., & Van Noordwijk, M. (2011). Panduan Praktis: Pengukuran

Stok Karbon di Atas dan di Dalam Tanah. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF).

IPCC. (2006). 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.

Intergovernmental Panel on Climate Change.

IPCC. (2019). 2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse

Gas Inventories. Intergovernmental Panel on Climate Change.

Ismayadi, & Ari, A. (2012). Inventarisasi Potensi Penyerapan Karbon oleh Vegetasi di

Kawasan Perkotaan. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 4(2), 55–63.

Istomo, & Farida, A. (2017). Pendugaan Cadangan Karbon Hutan di Indonesia.

Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM.

Jatayu, Y. B., & Susetyo, A. D. (2018). Urban Heat Island (UHI) dan Strategi

Mitigasinya di Perkotaan. Jurnal Planesa, 3(2), 65–76.

Kartasapoetra, A. G. (2004). Klimatologi dan Meteorologi untuk Perencanaan

Wilayah. Jakarta: Rineka Cipta.

Laksono, H., & Damayanti, N. (2016). Penghitungan Emisi Kendaraan Bermotor di

Kawasan Perkotaan. Jurnal Teknik ITS, 5(2), C45–C49.

Laras Rachmayanti, & Sarwoko Mangkoedihardjo. (2020). Daya Serap Emisi CO₂

oleh Ruang Terbuka Hijau di Tenggara Kota Surabaya. Jurnal Teknik Lingkungan,

(1), 17–25.

Laurie, M. (1986). An Introduction to Landscape Architecture. Illinois: Waveland

Press.

Lindsey, R. (2023). Climate Change: Atmospheric Carbon Dioxide. NOAA Climate.gov.

Retrieved from https://www.climate.gov

Návar Cháidez, J. J. (2010). Estimating Biomass and Carbon Sequestration in Forest

Ecosystems. Environmental Research Journal, 4(3), 221–231.

Ratnasari, D., Sitorus, S. R. P., & Tjahjono, B. (2015). Pemanfaatan RTH sebagai

Penyerap Karbon di Kota Surabaya. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 4(2), 67–

Ribka Regina, & Sarwoko Mangkoedihardjo. (2016). Daya Serap CO₂ oleh Ruang

Terbuka Hijau Kampus ITS Sukolilo. Jurnal Teknik Lingkungan, 22(1), 19–26.

Rosyadi, E. (2023). Pertumbuhan Penduduk Kota iSurabaya Tahun 2022–2023.

Surabaya: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya.

Rusmayadi, M. (2014). Kajian Mikroklimat di Kawasan Perkotaan. Jurnal Ilmu

Lingkungan, 12(3), 23–30.

Sanger, D. R. (2016). Perubahan Iklim Global dan Tantangannya terhadap

Keberlanjutan Lingkungan. Jakarta: Yayasan Hijau Lestari.

Setiyaningrum, D. (2002). Pengantar Perencanaan Kota. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Sutaryo. (2009). Pengukuran dan Estimasi Biomassa Vegetasi. Bogor: Pusat

Penelitian dan Pengembangan Hutan.

Tresnawan, H., & Rosalina, D. (2002). Peran Biomassa dalam Estimasi Cadangan

Karbon Hutan. Jurnal Kehutanan, 6(2), 43–52.

Undang-Undang No. 05 Tahun 1994 tentang Pengesahan Keanekaragaman Hayati

(Convention on Biological Diversity).

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Widyasari, R., et al. (2010). Stok Karbon pada Ekosistem Hutan Tropis. Jurnal

Kehutanan Tropika, 8(1), 21–30


Refbacks

  • There are currently no refbacks.