HUBUNGAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK TERHADAP PREFERENSI KENYAMANAN FISIK PENGGUNA GEDUNG KULIAH BERSAMA A19 UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Garil Edo Hirmansyah, Apif Miptahul Hajji

Abstract


Arsitektur dan lingkungan adalah dua komponen yang saling berkaitan. Penerapan desain pasif dalam arsitektur berperan penting dalam meminimalisir konsumsi energi aktif bangunan dengan memanfaatkan kondisi lingkungan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah desain arsitektur bioklimatik yang selaras dengan iklim sekitar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Malang, suhu rata-rata sebesar 28,44°C tergolong hangat optimal dengan kecepatan angin cukup tinggi yaitu 8,67 m/s, kondisi ini dapat menyebabkan ketidakstabilan iklim yang berpengaruh terhadap kenyamanan fisik pengguna, meliputi pencahayaan, penghawaan, kondisi termal, sirkulasi gerak, dan visualisasi keindahan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai keterkaitan antara penerapan desain arsitektur bioklimatik terhadap kenyamanan fisik pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui penerapan komponen arsitektur bioklimatik pada Gedung A19 Universitas Negeri Malang, (2) mengetahui preferensi kenyamanan pengguna, dan (3) menganalisis hubungan antara arsitektur bioklimatik dengan preferensi kenyamanan fisik pengguna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis elemen arsitektur Gedung A19 serta penyebaran kuesioner kepada mahasiswa, kemudian diolah menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat enam elemen arsitektur bioklimatik yang diterapkan pada Gedung A19 Universitas Negeri Malang, (2) sebagian besar mahasiswa lebih memilih orientasi gedung menghadap utara, peletakan jendela di sisi utara-selatan, sirkulasi ruang gerak yang dekat dengan lift dan tangga, desain selubung menggunakan ACP dan curtain wall, serta taman di sekeliling gedung, dan (3) terdapat hubungan secara statistik antara arsitektur bioklimatik dan preferensi kenyamanan fisik pengguna dengan tingkat korelasi yang tergolong lemah.
Kata kunci: Arsitektur Bioklimatik, Preferensi Kenyamanan Fisik

Full Text:

PDF

References


Adi, R. , & P. T. (2020). Optimalisasi Ruang Transisional Untuk Efisiensi Pergerakan

Penghuni Dalam Bangunan Bertingkat. Jurnal Desain Dan Arsitektur, 8(3), 45-

Arumsari, N. , & P. F. A. (2017). Peramalan Irradiance Cahaya Matahari pada Sel Surya

untuk Memenuhi Kebutuhan Energi Listrik dengan Metode Support Vector

Regression (SVR). Jurnal Nasional Teknik Elektro, 18-24.

Brown, J. , & A. M. (2021). ). The Relationship Between Vegetation And Physical

Comfort: A Contextual Analysis. Journal Of Environmental Psychology.

Christianto, K. , & D. R. (2021). Penerapan Pendekatan Bioklimatik Dari Kenneth Yeang

Terhadap Alternatif Desain Hotel.

Pengguna Ruang Publik Di Kota Semarang. Jurnal Arsitektur, 45–52.

De Angelis, E., Tagliabue, L. C., Cecconi, F. R., & Mainini, A. G. (2017). A Simple

Method for the Comparison of Bioclimatic Design Strategies Based on Dynamic

Indoor Thermal Comfort Assessment for School Buildings. Procedia

Engineering, 180, 870–880. https://doi.org/10.1016/j.proeng.2017.04.248

Febrianto. (2019). Kajian Metode Dan Konsep Bentuk Arsitektur Hijau Pada Bangunan

Rumah Tinggal. Malang.

Gignac, G. E. , & S. E. (2021). Statistical Significance And Practical Implications Of

Correlation Coefficients. Journal Of Educational Psychology.

Gong, H. , C. Q. , J. H. , & R. Y. (2023). Effects of temporal, spatial, and elevational

variation in bioclimatic indices on the NDVI of different vegetation types in

Southwest China. Ecological Indicators, 154, 110499.

Green Building Council Indonesia. (2015). Panduan Teknis Bangunan Hijau: Standar

Bangunan Ramah Lingkungan.

Lai., dkk. (2020). Sample Size And Statistical Power: Implications For Research Design.

Journal Of Statistical Research.

Latifah. Dkk. (2013). Kajian Kenyamanan Termal Pada Bangunan Student Center Itenas

Bandung. Jurnal Arsitektur Reka Karsa .

Lindberg, F., Thorsson, S., Rayner, D., & Lau, K. (2016). The impact of urban planning

strategies on heat stress in a climate-change perspective. Sustainable Cities and

Society, 25, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.scs.2016.04.004

Lisa, N. P. , & Q. S. (2022). Simulasi Konsumsi Energi Bangunan Berbentuk Dome

Sebagai Upaya Optimalisasi Desain. Jurnal Serambi Engineering, 7(2).

Megawati., dkk. (2018). Pendekatan Arsitektur Bioklimatik Pada Konsep Bangunan

Sekolah Yang Hemat Energi Bioclimatic Architectural Approach To Energy

Efficient School Building Concepts. Prosiding Seminar Nasional Unimus 1.

Efektivitas Dan Tantangan. Jurnal Arsitektur Dan Lingkungan, 14(2), 112-123.

Saputra, S. H. , & R. S. (2024). ). Penerapan Konsep Sustainable Architecture Pada

Bangunan Gedung Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang. Jurnal

Arsitektur ARCADE (Vol. 8, Issue 1).

Sari, A. , & B. B. (2022). Efisiensi Ventilasi Silang Berdasarkan Orientasi Bangunan

Terhadap Arah Mata Angin. Jurnal Arsitektur Tropis Indonesia, 14(2), 115-130.

Schorber., dkk. (2018). The Significance Of Weak Correlations In Research With Many

Variables: Implications For Large Samples And Complex Relationships. Journal

Of Research Methodology, 22(3), 45-60.

Sinha, S. , & K. S. (2022). Thermal Comfort And Air Quality In Tropical Climates: The

Role Of Building Orientation. International Journal Of Sustainable Energy.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Pendidikan (Ke 3). Alfabeta.

Sujatini., dkk. (2022). Penerapan arsitektur bioklimatik pada Menara Mesiniaga, Rumah

Misol, dan Kos Keputih. Jurnal Arsitektur dan Perencanaan, 10(1), 55-70.

Widodo, A. , & S. D. (2023). Penggunaan Tanaman Lokal Dalam Lanskap Dan

Kontribusinya Terhadap Keberlanjutan. Jurnal Arsitektur Lanskap Indonesia,

(3), 45-60.

Young S., & K. A. P. (2019). Analisis Sistem Pencahayaan Dan Penerapan Green Wall

Pada Mall Grand City Surabaya


Refbacks

  • There are currently no refbacks.