KINERJA CAMPURAN AC-WC DENGAN VARIASI KADAR FILLER ABU IJUK DITINJAU DARI PARAMETER MARSHALL

Baharudin MuzakI, Boedi Rahardjo, Pranoto Pranoto

Abstract


Masalah mengenai kerusakan pada jalan di Indonesia serta kebutuhan terhadap sarana transportasi yang terus meningkat menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur jalan masih masif dilakukan oleh pemerintah. Satu di antara penunjang yang diperlukan dalam membangun jalan yang baik ialah penggunaan beton aspal. Mutu beton aspal sangat terpengaruh oleh komponen campuran seperti filler. Abu ijuk mempunyai ketahanan dan sifat kimia terhadap korosi jangka panjang, sehingga diharapkan dapat menjadi acuan sebagai bahan pengisi beton aspal dan membentuk lapisan beton aspal yang lebih tahan lama. Pada riset berikut, abu ijuk pada campuran AC-WC dipakai sebagai filler yang disubstitusikan dengan semen PC. Riset ini bertujuan untuk (1) menggambarkan karakteristik material penyusun campuran AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dan (2) menganalisis kinerja campuran AC-WC dengan varian kandungan filler abu ijuk sesuai karakteristik Marshall. Metode pada riset ini meliputi tahap pembakaran ijuk, uji campuran AC-WC, pembuatan benda uji dengan kandungan aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,6%, dan 7%, serta kandungan pengisi abu ijuk 0:100%, 25:75%, 50:50%, 75:25%, dan 100:0%, kemudian dilakukan fase uji Marshall. Hasil riset menunjukkan bahwa (1) karakteristik bahan penyusun campuran AC-WC seperti agregat halus, agregat kasar, aspal, dan filler sesuai dengan analisis spesifikasi Bina Marga, dan (2) analisis kinerja campuran AC-WC dengan varian kadar filler abu ijuk sesuai karakteristik Marshall memaparkan bahwa stabilitas dan nilai alir meningkat seiring dengan perbedaan kandungan pengisi abu ijuk dengan semen PC. Hal ini karena abu ijuk mampu mengikat agregat dan aspal sehingga mengoptimalkan kepadatan campuran dan membuat campuran aspal menjadi lebih kompak. Aspal menjadi lebih tebal dan tingkat lelehnya meningkat. Nilai stabilitas kandungan filler abu ijuk dan semen PC tertinggi terdapat pada rasio 75:25% dengan kandungan aspal 6% dan bobot stabilitas sebesar 1053,215 kg. Namun, penggunaan abu ijuk sebagai bahan pengisi menyebabkan nilai VIM dan MQ mengalami penurunan, sedangkan nilai VFA dan VMA meningkat. Hal tersebut terjadi karena abu ijuk mampu mengisi rongga di antara agregat pada campuran aspal beton dan memperkuat ikatan antar agregat, sehingga agregat menjadi semakin kuat dan rongga dalam campuran semakin mengecil.
Kata kunci: campuran AC-WC, filler, abu ijuk, parameter Marshall.

Full Text:

PDF

References


Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Penetrasi Aspal, SNI 2456:2011

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Berat Aspal Keras, SNI 2441:2011

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Titik Lembek

Aspal, SNI 2434:2011

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Titik Nyala dan

Titik Bakar, SNI 2433:2011

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Daktilitas Aspal,

SNI 2432:2011

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Kehilangan

Berat Aspal, SNI 2440:2019

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Berat Jenis dan

Penyerapan Air Agregat Kasar, SNI 1969:2008

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Berat Jenis dan

Penyerapan Agregat Halus, SNI 1970:2008

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Keausan Agregat

dengan Mesin Abrasi Los Angeles, SNI 2417:2008

Badan Standariasi Nasional, Standar Nasional Indonesia, Cara Uji Berat Jenis

Filler, SNI 15-2531-1991.

Hamzah, Rizky, A., Kaseke, Oscar, H., & Manoppo, M. M. (2016). Pengaruh

Variasi Kandungan Bahan Pengisi Terhadap Kriteria Marshall Pada Campuran

Beraspal Panas Jenis Lapis Tipis Aspal Beton– Lapis Aus Gradasi Senjang.

Jurnal Sipil Statik, 4(7), 447–452.

Kurniasari, F. D., M. Saleh, S., & Sugiarto, S. (2018). Pengaruh Filler Abu Ampas

Tebu (Aat) Dengan Bahan Pengikat Aspal Pen 60/70 Pada Campuran Laston

Ac-Wc. Jurnal Arsip Rekayasa Sipil Dan Perencanaan, 1(4), 69–78.

https://doi.org/10.24815/jarsp.v1i4.12457

Rombot, P., Kaseke, O. H., & Manoppo, M. R. E. (2015). Kajian Kinerja Campuran

Beraspal Panas Jenis Lapis Aspal Beton Sebagai Lapis Aus Bergradasi Kasar

Dan Halus. Jurnal Sipil Statik, 3(3), 190–197.

Spesifikasi Umum Bina Marga. (2018). Spesifikasi Umum 2018 untuk pekerjaan

konstruksi jalan dan jembatan. Edaran Dirjen Bina Marga Nomor

/SE/Db/2018, September


Refbacks

  • There are currently no refbacks.