Efektivitas Antibakteri Sediaan Sabun Padat Mangir terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Finkka Dhiyausyifa Setiady, Siti Mudaliana, Ratna Juwita

Abstract


Sabun bukan hanya memenuhi kebutuhan dasar manusia untuk menjaga kebersihan tubuh, tetapi juga telah menjadi simbol gaya hidup modern di era industri. Meskipun umumnya terbuat dari senyawa surfaktan seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS), penggunaan sabun ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif sabun yang lebih alami dan aman dengan penambahan ekstrak tumbuhan, seperti sabun padat mangir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri sabun padat mangir terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran. Pembentukan zona hambat di sekitar sumuran menandakan kemampuan sampel sebagai antibakteri. Sabun padat mangir yang diproduksi oleh UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih efektif terhadap bakteri Escherichia coli, dengan rata-rata diameter zona hambat mencapai 8,98 mm yang masuk dalam kategori sedang. Sementara itu, untuk bakteri Staphylococcus aureus, sabun ini menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 2,38 mm yang termasuk dalam kategori lemah. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa sabun padat mangir yang diproduksi oleh UPT Laboratorium Herbal Materia Medica Batu belum mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus.

Full Text:

PDF

References


Bondi, C.A., Marks, J., Wroblewski, L.B., Raatikainen, H.S., Lenox, S.R., & Gebhardt, K.E. (2015). Human and Environmental Toxicity of Sodium Lauryl Sulfate (SLS): Evidence for Safe Use in Household Cleaning Products. Environmental Health Insights, 9, 27-32.

Leoty-okombi, S., Gillaizeau, F., Leuillet, S., Douillard, B., Le Fresne-Languille, S., Carton, T., de Martino, A., Moussou, P., Bonnaud-Rosaye, C., & André, V. (2021). Effect of Sodium Lauryl Sulfate (SLS) Applied as a Patch on Human Skin Physiology and Its Microbiota. Cosmetics.

Saraji, M., and Shirvani, N. (2017). Determination of residual 1,4‐dioxane in surfactants and cleaning agents using headspace single‐drop microextraction followed by gas chromatography–flame ionization detection. International Journal of Cosmetic Science, 39, 36-41.

Chakraverty, R., Samanta, K., Mandal, P., Karmakar, S., & Karmakar, S. (2022). Mechanisms of action of antibacterial agents (AMA). In How Synthetic Drugs Work. 421–429. Elsevier.

Lenny, S., and Zuhra, C. F. (2023). Antibacterial properties of breadfruit (Artocarpus altilis) leaves extracts. AIP Conference Proceedings.

Pratama, S., Widyawati, T., Ichwan, M., & Wahyuni, D. (2022). Antibacterial Effect Combination of Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera Lam.) and Amoxicillin against Staphylococcus aureus and Escherichia coli in Vitro. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 20(1), 23-29.

Hao, P. M., and Quoc, L. P. T. (2024). Chemical profile and antimicrobial activity of Ocimum gratissimum L. essential oil from Dak Lak province, Vietnam. Journal of Plant Biotechnology. 51, 50-54.

Górski, M., Niedźwiadek, J., Magryś, A. (2022). Antibacterial activity of curcumin – a natural phenylpropanoid dimer from the rhizomes of Curcuma longa L. and its synergy with antibiotics. Ann Agric Environ Med., 29(3), 394-400.

Efe, D. (2019). The Evaluation of the Antibacterial Activity of Vetiveria zizanioides (L.) Nash Grown in Giresun. Alinteri Journal of Agriculture Science, 34(1), 21-24.

Kumesan, Y. A. N., Yamlean, P. V., & Supriati, H. S. (2013). Formulasi dan uji aktivitas gel antijerawat ekstrak umbi Bakung (Crinum asiaticum L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Pharmacon, 2(2).

Balouiri, M., Sadiki, M., & Ibnsouda, S.K. (2015). Methods for in vitro evaluating antimicrobial activity: A review. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6, 71 - 79.

Cui, Z., He, H., Wu, S., Dong, C., Lu, S., Shan, T., Fang, L., Liao, X., Liu, Y., & Sun, J. (2021). Rapid Screening of Essential Oils as Substances Which Enhance Antibiotic Activity Using a Modified Well Diffusion Method. Antibiotics, 10.

Nurhayati, L. S., dkk. (2020). Perbandingan Pengujian Aktivitas Antibakteri Starter Yogurt dengan Metode Difusi Sumuran dan Metode Difusi Cakram. Jurnal Teknologi Hasil Peternakan, 1(2), 41-46.

Zheng, D., Huang, C., Huang, H., Zhao, Y., Khan, M.R., Zhao, H., & Huang, L. (2020). Antibacterial Mechanism of Curcumin: A Review. Chemistry & biodiversity, 17(8).

Li, H., Yang, W., Zhou, X., Shao, F., Shen, T., Guan, H., Zheng, J., & Zhang, L. (2022). Antibacterial and Antifungal Sesquiterpenoids: Chemistry, Resource, and Activity. Biomolecules, 12(9), 1271

Silhavy, T. J., Kahne, D., & Walker, S. (2010). The bacterial cell envelope. Cold Spring Harbor perspectives in biology, 2(5).

Aldarhami, A., Bazaid, A.S., Qanash, H., Ahmad, I., Alshammari, F.H., Alshammari, A.M., Alshammari, A.H., Aljanfawe, F.M., Aldamiri, B., Aldawood, E., Alghamdi, M.A., Binsaleh, N.K., Saeedi, N.H., & Snoussi, M. (2023). Effects of Repeated in-vitro Exposure to Saudi Honey on Bacterial Resistance to Antibiotics and Biofilm Formation. Infection and Drug Resistance, 16, 4273 - 4283.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.