DETERMINAN KELELAHAN PEKERJA EPCI FOR PIPELINE OF REPLACEMENT OF EWF REPAIR PROJECT TAHUN 2021

Muhammad Irfan, Putri Ariscasari, Dedi Andria

Abstract


Abstract

Fatigue is a physical and mental condition that can result in a decrease in work power and endurance, resulting in a person losing interest in working because his psychological condition is tired and unable to continue his work, if it continues it will affect the smoothness of work and have a bad impact on his health. Every year there are more than 250 million accidents in the workplace and more than 160 million workers become ill due to workplace hazards. The purpose of the study was to determine the relationship between age, smoking, caffeinated drinks, sleep duration, work shifts and work climate with work fatigue. This research is descriptive analytic with cross sectional design. The population in this study were all EPCI for Pipeline of Replacement of EWF Repair Project workers in 2021. The sampling technique used was total sampling. Data were analyzed by bivariate based on the chi square test. The results showed that there was a relationship between work shifts and work fatigue (p value 0.005). Meanwhile, age (p value 0.205), smoking (p value 0.174), caffeinated drinks (p value 0.398), sleep duration (p value 0.081), and work climate (p value 0.795) had no relationship with work fatigue.

Abstrak

Lelah merupakan keadaan fisik dan mental yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan daya kerja dan ketahan tubuh sehingga mengakibatkan seseorang kehilangan minat untuk bekerja dikarenakan kondisi psikologisnya lelah dan tidak mampu lagi meneruskan pekerjaannya, apabila diteruskan maka akan mempengaruhi kelancaran pekerjaan dan berdampak buruk terhadap kesehatan tubuhnya. Setiap tahun ada lebih dari 250 juta kecelakaan di tempat kerja dan lebih dari 160 juta pekerja menjadi sakit karena bahaya ditempat kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia, merokok, minuman berkafein, durasi tidur, shift kerja dan iklim kerja dengan kelelahan kerja. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja EPCI for Pipeline of Replacement of EWF Repair Project tahun 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan bivariat berdasarkan dari uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja (p value 0.005). Sedangkan usia (p value 0.205), merokok (p value 0.174), minuman berkafein (p value 0.398), durasi tidur (p value 0.081), dan iklim kerja (p value 0.795) tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja.

Keywords


Work Fatigue; Shift work; Worker; Kelelahan Kerja; Shift Kerja; Pekerja

Full Text:

PDF

References


Friend, M. A., & ohn, J. P. (2007). Fundamental of Occupational Safety and Health. Lanham: Government Institutes.

BPJS Ketenagakerjaan. (2019). Angka Kecelakaan Kerja Cenderung Meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Bayar Santunan Rp 1,2 Triliun.

Karundeng, I., Doda, D. V., & Tucuanan, A. A. (2018). Analisis Bahaya dan Risiko Dengan Metode HIRARC di Departement Production PT. Samudera Mulia Abadi Mining Contractor Likupang Minahahsa Utara. Manado: Kesmas, 7(4).

Sari, W. (2019). Faktor-Faktor yang Behubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Penyadap Karet di PT Perkebunan Nusantara V Riau. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9).

Medianto, D. (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1-47.

International Labor Organization (ILO). (2013). Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2013 Memperkuat Peran Pekerjaan Layak dalam Kesetaraan Pertumbuhan, Jakarta: International Labor Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2015). Situasi Kesehatan Kerja. Jakarta: Pusat Data dan Informasi.

Budiman, Dkk. (2016). Hubungan Antara Umur Dan Indeks Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT Karias Tabing Kencana.

Prasasti, E. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kelelahan Kerja pada Pekerja Workshop di PT Jakarta Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1-106.

Hardi, M.Kes, Ikram (2006). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Di Bagian Produksi PT. Sermani Steel Makassar Tahun 2006. Skripsi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin Makassar.

Hidayati, T. (2003). Bahaya Laten Kelelahan Kelelahan Kerja. Harian Pikiran Rakyat. Jakarta dalam Eraliesa, Fandrik 2008. Hubungan Faktor Individu Dengan Kelelahan Kerja Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat Di Pelabuhan Tapaktuan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan 2008. Skripsi FKM Universitas Sumatra Utara.

Bustan, AM, D. (2000). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tarwaka, dkk. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: Uniba Press.

Hutasoit, Sinta Theresia. (2017) Analisis Iklim Kerja dan Karakteristik Pekerja Serta Kelelahan Pada Pekerja di Instalasi Laundry Rumah Sakit Umum di Kota Medan Tahun 2017. Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatra Utara.

Zahra, A. N., & Kuniawidjaja, L. M. (2018). Construction Workers’ Fatigue Conditions at PT. X Construction Contractor Apartment Development in the 2017 Work Year, in International Conference of Occupational Health and Safety (ICOHS-2017). KnE Life Sciences, 4(5),46.

Theron, W. J., & Heerden, G. M. J. (2011). Fatigue Knowledge a New Lever in Safety Management. Souther African: Journal of the Southern African Instirute of Minning and Metallurgy, 111, 1-10.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.