Pentingnya Rancang Bangun Diklat Dan Perumuskan Tujuan Yang Tepat Terhadap Keberhasilan Pelaksanaan Diklat

Lia Ratnaningtyas Lia Ratnaningtyas, Isdinah Frizka Ayu Sastra, Safina Rachmawati Safina Rachmawati, Taufik Hidayat Taufik Hidayat, Sri Wahyuni Sri Wahyuni

Abstract


Salah satu kegiatan pokok penyelenggaraan diklat (diklat) adalah merancang prosedur. Untuk dapat merancang dan membangun prosedur program pendidikan dan pelatihan, kita harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang pelatihan. Ini melibatkan tanggung jawab untuk memberikan pendidikan dan pelatihan. Pelatihannya bisa dikatakan berhasil, karena di satu sisi perencanaan diklat harus memenuhi kebutuhan peserta, dan memenuhi persyaratan satuan kerja di sisi lain, selama peserta meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu, kegiatan perancangan dan kontruksi, pendidikan dan pelatihan merupakan kegiatan utama untuk mempersiapkan pelaksanaaan diklat yang sangat penting. Merancang dan membangun aktivitas merupakan kegiatan awal dalam mempersiapkan organisasi pelatihan dimana sangat vital . Maksud dari perancangan rencana pelatihan yaitu demi merumuskan rencana mutu agar sesuai dengan apa yang dibutuhkan peserta maupun organisasi , dan untuk menentukan metode pelatihan yang nantinya dilaksanakan. Model pembelajaran yang terlatih terlebih dahulu harus mengeksplorasi model pembelajaran yang ada. Menggunakan model dalam desain yang benar sangat berguna untuk menghasilkan program berkualitas tinggi dan realistis.
Kata Kunci: desain model diklat, rancang bangun diklat, tujuan diklat


Full Text:

PDF

References


Wahira, “KEBUTUHAN PELATIHAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA GURU SEKOLAH DASAR,” vol. 3, no. 2, 2014. [2] Madjid, “Tantangan Menghasilkan Diklat yang Berkualitas dan Berdampak Luas. Jurnal Inspirasi BPSDM Provinsi Jawa Barat,” vol. 10, no. 1, 2019. [3] A. Soebagio, Manajemen Pelatihan. Jakarta: Ardadirya Jaya, 2002. [4] Hidayat dan Nurasyiah, “PENGARUH DIKLAT (PENDIDIKAN DAN PELATIHAN) TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN DI BANK BPR ROKAN HULU,” vol. 6, no. 1, 2017

S. Choiriyah dan S. Riyanto, “DESAIN PELATIHAN PADA MASA PENDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PENERAPAN METODE CONSTRUCTIVE LEARNING PADA PENYAMPAIAN PEMBELAJARAN VIRTUAL LEARNING),” vol. 2, no. 8, 2020. [6] E. Hariyanto, R. Purnomo, dan I. R. Bawono, “Desain Pelatihan, Dukungan Organisasional, Dukungan Supervisor dan Self-Efficacy sebagai Faktor Penentu Keefektifan Transfer Pelatihan,” vol. 15, no. 2, 2011. [7] B. Nadeak, Manajemen Pelatihan Dan pengembangan. Jakarta: UKI PRESS, 2019. [8] I. G. A. K. N. I. Pramita, A. A. G. Agung, dan I. K. Suartama, “Mobile Learning Dengan Model Dick Dan Carey Pada Mata Pelajaran Biologi Di Smpn 5 Mendoyo,” vol. 5, 2016. [9] Sujarwo, “Desain sistem pembelajaran,” Univ. Negeri Yogyak., 2008, [Daring]. Tersedia pada: http://staffnew.uny.ac.id/upload/132304795/penelitian/Desain+Pembelajaranpekerti.pdf. [10] Basri, “Signifikansi Desain Pembelajaran dalam Menunjang Kesuksesan Mengajar,” vol. 1, no. 2, 2013. [11] A. Pransisca, “Pengaruh Model Pembelajaran Assure Bernuansa Lingkungan Berbantuan Media Audiovisual terhadap Hasil Belajar IPS ditinjau dari Minat Outdoor Siswa,” vol. 2, no. 2, 2018. [12] R. Heinich, M. Molenda, dan J. Russel, Instructional Technologyand Media of Learning. New Jersey: Meril Prentice Hall, 2005. [13] B. Santoso, Skema dan Mekanisme Pelatihan. Jakarta: Yayasan Terumbu Karang Indonesia, 2010. [14] E. L. Tyanto dan J. trineke Manoy, “PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ADOBE FLASH PROFESIONAL CS6 DENGAN MEMPERHATIKAN FUNGSI KOGNITIF RIGOROUS MATHEMATICAL THINKING (RMT) PADA MATERI MELUKIS SEGITIGA,” vol. 2, no. 3, 2013. [15] H. Basri dan H. A. Rusdiana, Manajemen Pendidikan & Pelatihan. Bandung: Pustaka Setia, 2015. [16] S. Sudari dan I. Zulkarnain, “Analisis Sistem Kepelatihan Di Ikip Budi Utomo Malang Ditinjau Dari Critical Event Model Leonard Nadler. Jurnal Manajemen Dan Supervisi Pendidikan,” vol. 4, no. 1, 2019. [17] A. Rumijati, “Implementasi Metode Experience Learning Sebagai Upaya,” vol. 1, no. 1, 2018. [18] A. Hakima dan L. Hidayati, “Peran Model Experiential Learning Dalam Pendidikan Berbasis Keterampilan Tata Busana,” vol. 9, no. 3, 2020. [19] A. Fatoni, Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta, 2006. [20] A. A. A. P. Mangkunegara, Perencanaan dan Pengembangan SDM. Bandung: Refika Aditama, 2006. [21] W. A. Nurhajati dan B. S. Bachri, “Pengembangan Kurikulum Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) Berbasis Kompetensi dalam Membangun Profesionalisme dan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” vol. 2, no. 2, 2018. [22] A. Rossett dan J. W. Arwady, Training Needs Assesment. Englewood Cliffs: Educational Technology Publications, 1987. [23] Sofyan, “Pengembangan Model Pelatihan Sistem Manajemen Mutu Berbasis Website,” vol. 16, no. 3, 2014.

Askandar, “PENYELENGGARAAN DIKLAT GURU MATA PELAJARAN MADRASAH DI SULAWESI TENGGARA,” vol. 6, no. 2, 2020. [25] I. N. S. Degeng, Ilmu Pengajaran Taksonomi Variable. Jakarta: Pusat Antar Universitas Depdikbud RI, Dirjen Dikti, 1989. [26] A. M. Rosyidi dan W. A. Madya, “MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN DIKLAT (Kajian alternatif yang efektif),” vol. 5, no. 1, 2017. [27] W. N. Aji, “MODEL PEMBELAJARAN DICK AND CARREY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA,” vol. 1, no. 2, 2016. [28] B. S. Bloom dan J. T. Hastings, Handbook on Formative and summative Evaluation of Students Learning. New York: mcGraw-Hill, 1971. [29] D. S. Hasanah, “PENGARUH PENDIDIKAN LATIHAN (DIKLAT) KEPEMIMPINAN GURU DAN IKLIM KERJA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR SE KECAMATAN BABAKANCIKAO KABUPATEN PURWAKARTA,” vol. 11, no. 2, 2010. [30] Rosidah, “MANAJEMEN DIKLAT DALAM UPAYA OPTIMALISASI KINERJA PEGAWAI PUBLIK,” vol. 2, no. 1, 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.