Implementasi Health Belief Model Pada Pekerja Industri Tempe dan Pandai Besi di Desa Sumberpasir

Djoko Kustono, Andika Bagus Nur, Agus Suyetno

Abstract


Keselamatan dan Kesehatan kerja sering diabaikan oleh para pelaku industri rakyat, baik karena kurang pengetahuanya tentang sebab kecelakaan kerja maupun karena keterbatasan modal untuk mendapatkan fasilitas keselamatan kerja yang memadai. Mereka menganggap kedua hal tersebut adalah masalah yang tidak dapat diselesaikan, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja yang bisa mengatasi dua masalah tersebut di atas. Implementasi dari teori Health Belief Model (HBM) untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja merupakan solusi terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah ada perubahan perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (2) apakah ada perubahan pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (3) Apakah ada pengaruh umur terhadap perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (4) Apakah ada pengaruh umur terhadap pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM. Metode penelitian adalah Quasi Experimental dengan menggunakan sampel sebanyak 31 pekerja. Hasil dari penelitian adalah (1) Tidak ada perubahan perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (2) Ada perubahan pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM, (3) Tidak ada pengaruh umur terhadap perilaku selamat terhadap pekerja setelah pelatihan HBM dan (4) Ada pengaruh umur terhadap pengetahuan K3 terhadap pekerja setelah pelatihan HBM.

Kata kuncihealth belief model, kecelakaan kerja, industri rakyat


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.