Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Arang Aktif Sebagai Solusi Masalah Pedagang Ayam Goreng

Rina Rifqie Mariana, Evi Susanti, Yon Ade Lose

Abstract


Terdapat 9314 pedagang makanan kaki lima di kota Malang, dan jumlah terbanyak (717 pedagang) adalah “nasi lalapan” yang berjualan mulai sore hari (jam 17.00) sampai malam hari. Usaha ini cukup diminati dan tidak pernah sepi dari pengunjung khususnya konsumen mahasiswa dan masyarakat kota Malang. Namun, ada beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh para pedagang pada umumnya yaitu: sudah mulai menggunakan minyak goreng bekas di awal penggorengan, dan melakukan pengulangan penggorengan sampai 20 30 kali penggorengan. Kondisi ini tentu saja akan sangat membahayakan bagi konsumen. Solusi yang tepat untuk mengatasi ini adalah pelatihan penggunaan arang aktif untuk pemurnian minyak goreng jelantah agar tetap dapat menjaga kesehatan dan keamanan pangannya dengan memperhatikan nilai ekonomisnya. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan tentang bahaya penggunaan minyak goreng jelantah melalui video motion grafis yang menarik, pelatihan pemurnian minyak goreng, dan pendampingan ke 10 lokasi pedagang “ayam lalapan” di lingkar kampus. Pemberian edukasi ini sangat dirasakan kebermanfaatannya, dan langsung dapat dipraktekan oleh para pedagang karena bisa menekan biaya produksi, mudah diperoleh, dan mudah pengerjaannya serta tetap memperhatikan kesehatan konsumennya. Pemberian pelatihan ini juga bisa dilakukan kepada para pedagang yang lainnya karena memiliki masalah yang sama.

Kata kuncipemurnian, minyak jelantah, arang aktif, pedagang kaki lima


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.