Pemanfaatan Potensi Biogas Peternak Sapi Perah Pujon Kabupaten Malang Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan

Suprayitno Suprayitno, Imam Sudjono, Suwarno Suwarno

Abstract


Masyarakat di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dikenal sebagai penghasil susu sapi. Mereka rata rata memiliki sapi perah dari 2 sampai 25 ekor sapi setiap kepala keluarga. Sudah lama mereka memanfaatkan kotoran sapinya untuk menghasilkan biogas. Hampir sebagian besar masyarakat pujon memiliki digester biogas terutama mereka yang memiliki sapi di atas 10 ekor. Bahkan beberapa desa di kecamatan pujon di canangkan sebagai desa mandiri energi. Namun sampai sejauh ini, biogas yang mereka hasilkan hanya sebatas digunakan untuk memenuhi kebutuhan memasak. Untuk keluarga dengan 4-6 anggota keluarga, kebutuhan biogas untuk memasak bisa dipenuhi hanya dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi 2-3 ekor saja. Sehingga bagi mereka yang memiliki lebih dari 10 ekor sapi perah, tidak memanfaatkan semua kotoran sapinya untuk memproduksi biogas, atau membiarkan biogas yang berlebih tersebut terbuang percuma ke atmosfer. Tentu ini sangat disayangkan, sumber energi ekonomis yang melimpah terbuang begitu saja. Padahal disisi lain mereka masih membutuhkan sumber energi, misalnya untuk penerangan ataupun penggerak mesin mesin pertanian mereka. Sehingga dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini adalah memanfaatkan kelebihan produksi biogas untuk dikonversi menjadi energi listrik. Untuk mengkonversi energi kimia biogas menjadi energi listrik yakni dengan memanfaatkan mesin konversi yang ada yakni genset berbahan bakar bensin dimodifikasi untuk digunakan berbahan bakar biogas. Ini bukanlah teknologi yang rumit, namun masyarakat peternak sapi di kecamatan pujon belum berdaya untuk memanfaatkan teknologi ini. Untuk penerapan teknologi ini, dipilih lokasi di daerah ujung barat kecamatan pujon yakni desa bendosari. Strategi ini dipilih, agar teknologi yang diterapkan dapat menstimulasi masyarakat sekitarnya sehingga akhirnya memberikan inspirasi dan merambat ke seluruh kawasan kecamatan pujon dan daerah daerah peternak sapi perah lainnya. Sebuah genset listrik 3000 Watt berbahan bakar bensin telah dimodifikasi dengan menambahkan konverter biogas pada bagian karburatornya. Beberapa modifikasi dan serangkaian ujicoba dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang sebelum dilakukan instalasi dan penggunaan di wilayah mitra. Dengan asumsi penggunaan bensin sebanyak 3 liter untuk operasional genset selama 8 jam sehari, maka dengan memanfaatkan potensi biogas ini ada penghematan sebesar Rp. 810.000 sebulan.

Kata kunciBiogas, Kotoran Ternak, Pembangkit Listrik


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.