HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR HEALTH BELIEF MODEL DENGAN INTENSITAS BEROLAHRAGA DI SEBUAH FITNESS CENTER KOTA MALANG
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas berolahraga anggota pusat kebugaran “H” fitness center dengan faktor-faktor health belief model. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi korelasional. Responden pada penelitian ini merupakan anggota pusat kebugaran dengan rentang usia 20-40 tahun sebanyak 56 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan alat ukur berupa skala health belief model dengan reliabilitas (a) perceived seriousness sebesar 0,750 (b) perceived susceptibility sebesar 0,932 (c) cues to action sebesar 0,739 (d) perceived benefits sebesar 0,869 (e) perceived barriers sebesar 0,952 dan kuesioner intensitas berolahraga dengan reliabilitas sebesar 0,981. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan teknik analisis Product Moment Pearson yang menghasilkan koefisien korelasi sebagai berikut: (a) perceived seriousness 0,522 (b) perceived susceptibility 0,524 (c) cues to action 0,504 (d) perceived benefits 0,556 (e) perceived barriers 0,141. Dengan demikian diketahui bahwa terdapat satu faktor health belief model yaitu perceived benefits yang paling behubungan atau mendasari seseorang memiliki intensitas berolahraga yang efektif. Sebaliknya, perceived barriers merupakan faktor health belief model yang tidak berhubungan dengan intensitas berolahraga. Oleh karena itu, diharapkan pengelola pusat kebugaran agar dapat mensosialisasikan lebih lanjut tentang manfaat-manfaat berolahraga kepada anggota pusat kebugaran.
Kata Kunci : intensitas berolahraga, health belief model, pusat kebugaranFull Text:
PDFReferences
Aryani, R. 2012. Kesehatan Remaja: Problem dan Solusinya. Jakarta: Salemba Medika.
Attamimy & Qomaruddin. 2017. Aplikasi Health Belief Model Pada Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Promkes Vol 5 No 2.
Fibriana, A. I. 2013. Determinan keikutsertaan pelanggan wanita pekerja seks (WPS) dalam program Voluntary Conseling and Testing (VCT). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 08(02), 146-151.
Kemenkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta
Muzaham, Fauzi. 2014. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. Jakarta : UI-Press.
Notoatmodjo, S. 2007. Perilaku kesehatan dan ilmu perilaku, Jakarta: PT Rineke Cipta.
Onoruoiza SI, Musa, Umar BD, Kunle. 2015. Using Health Beliefs Model as an Intervention to Non Compliance with Hypertension Information among Hypertensive Patient. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 20(9): V.
Papalia, Olds & Feldman. 2008. Human Development (Perkembangan Manusia). Jakarta : Salemba Humanika.
Purwono J. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Komitmen Pencegahan Tersier Penyakit Hiper-tensi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Metro Tahun 2014. Jurnal Keperawatan Aisyiyah 1.
Santrock, J.W. 2012. Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup Edisi 13 Jilid 2, Penerjemah : Widiasinta, B). Jakarta : Erlangga.
Sarafino, E. P. 2003. Health Psychology Biopsychosocial Interactions. USA : John Willey & Sons Inc.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung: Aflabeta.
Widodo, Rahayu. 2009. Pemberian Makanan, Suplemen dan Obat pada Anak. Jakarta : EGC.
Refbacks
- There are currently no refbacks.