Silat Pangian di Kecamatan Pangean (Studi Kualitatif di Kabupaten Kuantan Singingi)

Hirja Hidayat, Andrew Rinaldi Sinulingga, Oca Fernades, Aulia Gusdernawati, Resti Molina Fizi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, asal-usul, syarat belajar dan gerakan dari Silat Pangian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik penelitian: Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Informan ditentukan dengan cara purposive sampling dan teknik snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Silat Pangian diyakini berawal saat salah seorang penduduk dari negeri Rantau Kuantan yang bergelar Bagindo Rajo pergi berguru ke Datuk Betabuh di Nagari Pangian Lintau, Sumatera Barat. Silat pangian diwariskan secara turun temurun oleh guru-guru besar silat pangean yang biasa dikenal dengan Induak Barompek yang sekarang terdiri dari: Abu Nuri, Ermanis, Maryulis, dan R Ruslan. Gerakan dari Silat Pangian melambangkan nilai-nilai keislaman yang terikat erat dengan Silat Pangian. Syarat-syarat mempelejari Silat Pangian juga berkelindan dengan nilai-nilai individu pada agama Islam. Perkembangannya, Silat Pangian yang menjadi budaya Masyarakat Pangian belakangan ini juga dijadikan sebagai seni saat acara-acara adat seperti Pernikahan dan upacara Keagamaan. Namun, hal ini tidak berbarengan dengan keinginan generasi penerus untuk mempelajari Silat Pangian.


Keywords


sejarah; asal-usul; gerakan; perkembangan; silat pangian

Full Text:

PDF

References


Agus, R. M., & Fahrizqi, E. B. (2020). Analisis Tingkat Kepercayaan Diri saat Bertanding Atlet Pencak Silat Perguruan Satria Sejati. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 19(2), 164–174. http://dx.doi.org/10.20527/multilateral.v19i2.

Aj, O. (2013). Bunga rampai pencak silat–memahami pencak silat secara jernih. Raja Grafindo Persada.

Djunaid, I. S. (2020). Historical and cultural studies on martial arts tourusm of pencak silat aliran cimande at tarikolot village. Journal of Business And Entrepreneurship, 8(1), 52–71. https://doi.org/10.46273/job&e.v8i1.95.

Faisal, S. (1990). Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan aplikasi. YA3.

Farhan, M. (2017). Potensi pencak silat sebagai atraksi wisata minat khusus berbasis budaya (studi kasus di lembaga pewarisan pencak silat). Disertasi. Universitas Gadjah Mada.

Isla, I. M., & Fatimah, S. (2019). Tradisis turun mandi di susun penghijauan desa pasar baru Kecamatan Pangean Kabuapaten Kuantan Singingi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 430–434. https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.15926.

Misriadi. (2021). Wawancara penelitian silat pangian di Kuantan Singingi.

Patton, M. Q. (1990). Qualitative evaluation and research methods. SAGE Publications, inc.

Ratnasari, L., & Setiawan, R. (2019). Strategi Eksistensi Pencak Silat Bandrong di tengah Industri Kebudayaan. Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika, 5(1), 47–58. http://dx.doi.org/10.30870/hermeneutika.v5i1.7202.

Ruslan, R. (2021). Wawancara penelitian silat pangian di Kuantan Singingi.

Ruslan, R., & Emanis. (2021). Wawancara penelitian silat pangian di Kuantan Singingi.

Salganik, M. J., & Heckathorn, D. D. (2004). Sampling and estimation in hidden populations using respondent‐driven sampling. Sociological Methodology, 34(1), 193–240.

Suprayitno, S. (2017). Peran permainan tradisional dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan gerak anak secara menyeluruh. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 13(2), 7–15. https://doi.org/10.24114/jik.v13i2.6089.

Syafrizon. (2004). Pembelajaran pencak silat aliran sunua di nagari sunur kecamatan nan sabaris kabupaten padang pariaman. Tesis. Universtas Negeri Padang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Hirja Hidayat, Andrew Rinaldi Sinulingga, Oca Fernades, Aulia Gusdernawati, Resti Molina Fizi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.