Karakteristik Konselor yang Unggul dalam Konseling Lintas Budaya
Abstract
Dengan latar belakang yang berbeda antara seorang konselor dan konseli maka perlu adanya konseling lintas budaya. Oleh karena itu, seorang konselor perlu memahami dan menyadari serta peka akan nilai-nilai yang berlaku umum di masyarakat. Konseling lintas budaya tentunya menuntut kedua belah pihak untuk memahami budaya dari keduanya. Untuk menjalankan peran sebagai konselor dalam konseling lintas budaya yang unggul seorang konselor harus mempunyai ciri atau karakteristik. Karakteristik yang dimiliki konselor lintas budaya: mempunyai kesadaran budaya, paham karakteristik konseling secara umum, menunjukkan empati budaya dan sebagainya. Ada sebuah pemahaman mengatakan bahwa salah satu faktor penghambat proses konseling adalah tidak bisa menyamakan persepsi antara konselor dan konseli. Untuk menjadi seorang konselor harus mampu mengembangkan sikap yang unggul dalam konseling lintas budaya. Dengan kebudayaan yang berbeda itu antara konselor dan konseli, maka itu seorang konselor harus memiliki sikap yang bijaksana dan pengertian dalam menanggapi perbedaan yang ada dan harus memiliki karakteristik yang baik. Ada beberapa karakteristik yang unggul antara lain: 1) konselor lintas budaya sadar terhadap nilai-nilai pribadi yang dimilikinya, 2) konselor lintas budaya sadar terhadap karakteristik konseling secara umum, 3) konselor lintas budaya harus mengetahui pengaruh kesukuan, 4) konselor tidak boleh memaksakan konseli untuk memahami budayanya, dan 5) konselor menujukan empati budaya
Keywords
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.