TANTANGAN GLOBALISASI ABAD 21 DAN URGENSI PENGUATAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI HOLISTIK INTEGRATIF

Mokh. Iman Firmansyah, Agus Fakhruddin

Abstract


Kemajuan teknologi dalam berbagai dimensi di era globalisasi abad 21 menjadikan siapapun memiliki kemudahan dalam mengakses secara digital, tak terkecuali siswa. Namun demikian, acapkali asiknya siswa dengan rasa keingintahuan yang tinggi dan filtrasi yang kurang terkadang mereka terjerumus pada karakter yang buruk. Tujuan artikel ini adalah bagaimana PAI di sekolah berperan secara adaptif dan kompatibel di era globalisasi dalam menguatkan karakter siswa. Dengan menggunakan metode kajian kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa faktor lingkungan dan konformitas diri menjadi pemicu dan penyebab karakter buruk di kalangan siswa. Atas persoalan tersebut, berbagai negara, termasuk Indonesia menggulirkan program penguatan karakter dalam bidang pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Kebijakan kurikulum 2013 dibarengi penguatan pendidikan karakter (PPK) digulirkan sebagai upaya menyelesaikan persoalan buruknya karakter di Indonesia, namun tetap kemampuan Guru PAI mesti adaptif dan kompatibel dengan digitalisasi teknologi informasi dan komunikasi abad 21 sehingga mampu dimanfaatkan untuk proses penguatan karakter religius siswa tanpa mengenal batas, ruang, dan waktu. Dengan demikian, pribadi siswa yang lahir adalah mereka yang berkemampuan berpikir kritis, inovatif, dan kreatif, serta berkarakter baik

Full Text:

PDF

References


Alexander, P. A. (2012). Reading into the future: Competence for the 21st century. Educational Psychologist, 47(4), 259-280.

Boyer, W., & Crippen, C. L. (2014). Learning and teaching in the 21st century: An education plan for the new millennium developed in British Columbia, Canada. Childhood Education, 90(5), 343-353.

Comer, D. R., & Schwartz, M. (2019). Adapting Mussar to Develop Management Students' Character. Journal of Management Education, 44(2), 196-246. doi:10.1177/1052562919871083

Crick, R. D., & Wilson, K. (2005). Being a learner: A virtue for the 21st century. British Journal of Educational Studies, 53(3), 359-374.

Dewi, F. (2015). Proyek buku digital: Upaya peningkatan keterampilan abad 21 calon guru sekolah dasar melalui model pembelajaran berbasis proyek. Metodik Didaktik: Jurnal Pendidikan Ke-SD-An, 9(2).

Doelker, R. E., & Toifel, P. (1985). The Development of a Self-Guided, Library-Based Materials and Methods Manual for Social Work Research. Behavioral & Social Sciences Librarian, 3(4), 81-93. doi:10.1300/J103v03n04_09

Estuningtyas, R. D. (2018). Dampak globalisasi pada politik, ekonomi, cara berfikir dan ideologi serta tantangan dakwahnya. Al-Munzir, 11(2), 195-218.

Fajar, I. (2018). KPAI: Media Sosial Bisa Picu Tawuran Pelajar. Suara.com. Retrieved from https://www.suara.com/news/2018/09/13/064500/kpai-media-sosial-bisa-picu-tawuran-pelajar

Firmansyah, M. I. (2017). Program pembudayaan terpadu dalam membina karakter Islami pada siswa sekolah dasar sebagai implementasi kurikulum “Bandung Masagi”. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 15(2-2017).

Firmansyah, M. I., Sauri, S., & Kosasih, A. (2021). Curriculum and Character Education. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 4(1), 22-29.

Hilt, L. T., Riese, H., & Søreide, G. E. (2019). Narrow identity resources for future students: The 21st century skills movement encounters the Norwegian education policy context. Journal of Curriculum Studies, 51(3), 384-402.

Intan, G. (2018). KPAI: Kasus Kekerasan Anak dalam Pendidikan Meningkat Tahun 2018. voaindonesia.com. Retrieved from https://www.voaindonesia.com/a/kpai-kasus-kekerasan-anak-dalam-pendidikan-meningkat-tahun-2018/4718166.html

Kay, K. (2009). Middle schools preparing young people for 21st century life and work. Middle School Journal, 40(5), 41-45.

Kemdikbud. (2016). Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter. kemdikbud.go.id. Retrieved from https://cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id/tentang-ppk/

Kementerian Hukum, H. A. M. (2015). PP Nomor 55 Tahun 2007.

Khoiri, A., & Haryanto, S. (2018). The 21st century science skills profile based local wisdom education (tourist attractions and typical foods in regency of wonosobo). Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 5(3), 361-371.

Kim, G., Ko, Y., & Lee, H. (2020). The Effects of Community-Based Socioscientific Issues Program (SSI-COMM) on Promoting Students' Sense of Place and Character as Citizens. International Journal of Science and Mathematics Education, 18(3), 399-418. doi:10.1007/s10763-019-09976-1

Larson, L. C., & Miller, T. N. (2011). 21st century skills: Prepare students for the future. Kappa Delta Pi Record, 47(3), 121-123.

Lickona, T. (2009). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility: Bantam.

Nata, A. (n.d). Pendidikan Karakter untuk Menjawab Tantangan Abad ke-21. In. Retrieved from http://abuddin.lec.uinjkt.ac.id/articles/pendidikan-karakter-untuk-menjawab-tantangan-abad-ke-21-1

Parker, L. (2017). Religious environmental education? The new school curriculum in Indonesia. Environmental Education Research, 23(9), 1249-1272.

Permendikbud, R. I. (2013). No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pratama, I. P., & Zulhijra, Z. (2019). Reformasi Pendidikan Islam Di Indonesia. Jurnal PAI Raden Fatah, 1(2), 117-127.

Rombot, O., Doringin, F., & Ariesta, F. W. (2018, 31 July-2 Aug. 2018). The Collaboration of Flipped Classroom and Jigsaw Model to Improve the Student's Character in Elementary School in Jakarta. Paper presented at the 2018 International Symposium on Educational Technology (ISET).

Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA Dan Pendidikan IPA, 6(1), 41-53.

Sauri, S. (2010, 2010). Membangun bangsa berkarakter santun melalui pendidikan nilai di persekolahan. Paper presented at the The 4th International Conference on Teacher Education; Join Conference UPI & UPSI.

Shafa, S. (2014). Karakteristik Proses Pembelajaran Kurikulum 2013. Dinamika Ilmu: Jurnal Pendidikan, 14(1), 81-96.

Suciatiningrum, D. (2019). KPAI: Angka kekerasan anak di media sosial terus naik. IDN Times. Retrieved from https://www.idntimes.com/news/indonesia/dini-suciatiningrum/kpai-angka-kekerasan-anak-di-media-sosial-terus-naik/5

Sugiyarti, L., Arif, A., & Mursalin, M. (2018). Pembelajaran Abad 21 di Sekolah Dasar.

Suneki, S. (2012). Dampak globalisasi terhadap eksistensi budaya daerah. CIVIS, 2(1/Januari).

Surahman, S. (2013). Dampak Globalisasi Media terhadap Seni dan Budaya Indonesia. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).

Surani, D. (2019). Studi literatur: Peran teknolog pendidikan dalam pendidikan 4.0.

Tilaar, H. A. R. (1998). Beberapa agenda reformasi pendidikan nasional dalam perspektif abad 21: IndonesiaTera.

Ulfah, M. (2015). Maria Ulfah: Kekerasan Pada Anak Dimulai dari Internet. kominfo.go.id. Retrieved from https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/4865/Maria+Ulfah%3A+Kekerasan+Pada+Anak+Dimulai+dari+Internet/0/sorotan_media

Voogt, J., & Roblin, N. P. (2012). A comparative analysis of international frameworks for 21st century competences: Implications for national curriculum policies. Journal of Curriculum Studies, 44(3), 299-321.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.