PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DAN UMAT SEAGAMA DALAM ISLAM SERTA UPAYA MENUMBUH KEMBANGKANNYA PADA GENERASI DIGITAL DI INDONESIA

Moh. Fauzan

Abstract


Toleransi adalah sikap untuk menghargai dan menghormati orang lain yang berbeda baik dalam keyakinan, pendirian, kebiasaan, maupun kelakuan. Toleransi antar umat beragama dalam Islam adalah sebatas dalam interaksi sosial, adapun toleransi dalam akidah dilarang. Ada beberapa bentuk toleransi antar umat beragama dalam Islam, di antaranya: (1) Islam melindungi dan menghormati non muslim, (2) Islam melindungi Tempat-tempat ibadah pemeluk agama lain, (3) Islam melarang mencaci-maki agama lain, (4) Islam memberikan kebebasan kepada non muslim untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya, dan (5) Islam tidak memaksa orang non muslim untuk masuk Islam meski agama Islam menjadi mayoritas. Di antara upaya yang bisa dilakukan untuk menumbuh kembangkan toleransi pada generasi digital, yaitu: (1) menanamkan sikap agar tidak fanatik yang berlebihan pada kelompoknya, (2) menanamkan sikap agar tidak terlalu membesar-besarkan perbedaan karena perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan, (3) menanamkan keyakinan bahwa perbedaan itu tidak membawa pengaruh negatif, dan (4) menamkan keyakinan bahwa berbeda pendapat dan pandangan itu boleh, (5) perlu adanya reorientasi pemahaman agama Islam yang tekstual, rigid, dan sempit menjadi pemahaman agama Islam yang kontekstual, fleksibel, dan terbuka sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain. Perlu adanya kerjasama yang baik dari beberapa pihak untuk menumbuh kembangkan toleransi pada generasi digital, yaitu: (1) ulama’, (2) umara’ (3) orang tua, (4) masyarakat, dan (5) sekolah.

Full Text:

PDF

References


Arifin, B. (2016). Implikasi Prinsip Tasamuh (Toleransi) Dalam Interaksi Antar Umat Beragama. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 1(2), 391-420.

Akmansyah, M. (2016). Membangun Toleransi Dalam Perspektif Pendidikan Spiritual Sufistik. Kalam, 10(2), 517-536.

Annakhrawie, Asrifin. 2011. Ringkasan Asbaabun Nuzul. Ikhtiar Surabaya: Surabaya.

al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyurrahman. 2001. Al-Rakhiq al-Makhtum. Jakarta: CV. Mulia Sarana.

Anwar, M. K. (2016). Peran Ulama di Nusantara dalam Mewujudkan Harmonisasi Umat Beragama. Fikrah, 4(1), 80-95.

Anam, Faris Khoirul. 2019. Fikih Media Sosial Cerdas Berbagi Informasi.

Fuad, A. J. (2018). Pembelajaran Toleransi: Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menangkal Paham Radikal di Sekolah. In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars (No. Series 2, pp. 561-571).

https://www.suaraislam.co/astaghfirullah-terprovokasi-doktrin-wahabi-pria-ini-tendang-imam-saat-baca-qunut/

https://kbbi.web.id/toleransi

Hanafi, Yusuf. 2014. Pendidikan islam transformatif: Menuju pengembangan pribadi berkarakter. Malang: LP3 UM.

Sa’id, Ridlwan Qoyyum dkk. 2018. Fikih Kebangsaan Merajut Kebersamaan Di Tengah Kebhinekaan. Kediri: Lirboyo Press.

Murtadlo, Kholid dkk. Tanpa Tahun. Buku Pedoman Santari Darut Taqwa. Pasuruan: Yudharta.

Romzi, M. (2012). Ulama dalam Perspektif Nahdlatul Ulama. Religió: Jurnal Studi Agama-agama, 2(1).

Yanuar, James. 2012. Cyber Smart Parenting. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia.

Yusuf, M. C. (2015). Learning commons: Konsep pengembangan perpustakaan perguruan tinggi menghadapi generasi digital. Pustakaloka, 7(1), 119-128.

Yasir, M. (2014). Makna Toleransi dalam Al-Qur’an. Jurnal Ushuluddin, 22(2), 170-180.

Yumna, Y. (2018). Ulama Sebagai Waratsatul Anbiya (Pergeseran Nilai Ulama di Mata Masyarakat Aceh). Syifa al-Qulub, 3(1), 18-30.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.